Beranda Kecantikan Sport Teknologi Kampus Hiburan Inovasi Religi Tentang Kami
Israel Tewaskan Sembilan Warga di Gaza
Kembali
NEWS

ISRAEL TEWASKAN SEMBILAN WARGA DI GAZA

Feb 16, 2026 Artikel

BANDUNG - Pasukan Israel dilaporkan menewaskan sedikitnya sembilan warga Palestina dalam serangan terbaru di Jalur Gaza pada Minggu (15/2/2026). Pada hari yang sama, militer Israel juga melancarkan serangan ke Lebanon selatan yang diklaim menargetkan fasilitas milik Hizbullah.

Mengutip laporan Al Jazeera, sumber medis di Gaza menyebutkan lima warga Palestina tewas di Khan Younis, Gaza selatan, di luar zona yang dikenal sebagai "garis kuning", yakni area penempatan pasukan Israel. Empat warga Palestina lainnya dilaporkan meninggal dunia setelah serangan menghantam tenda pengungsi di kawasan al-Faluja, Gaza utara, berdasarkan keterangan sumber dari Rumah Sakit al-Shifa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar resmi dari pemerintah Israel terkait laporan korban sipil tersebut. Namun, militer Israel dalam pernyataan terpisah menyebut telah menyerang sebuah bangunan di Gaza utara yang diklaim dimasuki sejumlah pejuang bersenjata, dengan sedikitnya dua pejuang dilaporkan tewas. Militer Israel juga mengklaim menembak satu orang yang diduga melintasi "garis kuning" dan dianggap menimbulkan ancaman langsung, tanpa menyertakan bukti independen.

Di Lebanon, militer Israel menyatakan telah menyerang gudang penyimpanan senjata dan peluncur milik Hizbullah di wilayah selatan negara tersebut. Serangan itu terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah yang dicapai pada November 2024. Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Lebanon terkait serangan tersebut.

Sejumlah lembaga internasional melaporkan bahwa serangan sporadis masih terjadi meskipun kesepakatan penghentian permusuhan telah diumumkan. Otoritas di Gaza dan Lebanon menuduh Israel terus melancarkan operasi militer hampir setiap hari sejak gencatan senjata diberlakukan.

Data otoritas Gaza menyebutkan ratusan orang tewas dan ribuan lainnya terluka sejak Oktober 2025. Selain korban jiwa, pembatasan distribusi bantuan kemanusiaan termasuk makanan, obat-obatan, dan bahan bangunan dilaporkan masih berlangsung. Konflik yang pecah sejak Oktober 2023 telah menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur di Gaza, dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan biaya rekonstruksi dapat melampaui 70 miliar dolar AS. Situasi keamanan di kawasan tersebut hingga kini dilaporkan belum stabil.

Penulis: Gina Asri Amalia

Sumber: Al-Jazeera

Bagikan

Artikel Terkait

Back to All Articles